
TANJUNGPINANG, KLIKINFOKOTA.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Kepulauan Riau (Kepri) agar mewaspadai potensi sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kondisi udara kabur berpotensi mengurangi jarak pandang dan mengganggu pernapasan.
Berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, potensi sebaran asap masih perlu diwaspadai di seluruh wilayah Kepri. Selain itu, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan, dengan peluang hujan sedang hingga lebat di sejumlah daerah.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang untuk Kota Tanjungpinang, Kabupaten Natuna, serta Kabupaten Kepulauan Anambas. Potensi tersebut diprakirakan terjadi pada siang hingga malam hari.
Dalam prakiraan cuaca periode 18–19 Oktober 2026, kondisi udara kabur diperkirakan mendominasi sejumlah wilayah. Batam dan Karimun diprakirakan mengalami udara kabur sepanjang periode prakiraan, sedangkan Tanjungpinang dan Bintan berpotensi mengalami hujan pada siang hari.
Di Natuna, cuaca diprakirakan berawan tebal pada pagi hari, kemudian hujan pada siang hari serta kabut pada malam hingga dini hari. Sementara itu, Kepulauan Anambas berpotensi mengalami hujan pada siang hari dan hujan petir pada malam hingga dini hari.
Secara umum, suhu udara di Kepri diprakirakan berkisar antara 24 hingga 32 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 0–19 kilometer per jam.
Masyarakat diimbau memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi jarak pandang, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan maupun berkendara. Jika udara tampak berkabut atau jarak pandang menurun, warga perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tindakan yang berisiko.
Informasi ini merujuk pada prakiraan cuaca BMKG. Kondisi aktual di setiap wilayah dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca.




