
KLIKINFOKOTA.CO.ID – Setelah memahami konsep dasar short selling, kini saatnya mengenal lebih dalam salah satu bentuknya yang mulai diterapkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu Intraday Short Selling atau disingkat IDSS.
IDSS adalah strategi short selling di mana penyelesaian posisi jual dan beli dilakukan pada hari bursa yang sama. Artinya, investor harus menjual saham terlebih dahulu lalu membelinya kembali sebelum bursa tutup di hari yang sama. Posisi short tidak boleh dibawa ke hari berikutnya.
Tujuannya? Untuk memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek di hari yang sama — semacam taktik “jual tinggi, beli rendah” dalam tempo cepat. Strategi ini lebih cocok digunakan oleh investor aktif yang memantau pergerakan harga secara real time.
Skema IDSS dinilai lebih aman dibanding short selling reguler karena:
- Tidak perlu pinjam saham dari awal
- Risiko gagal serah lebih kecil
- Mengurangi potensi volatilitas berkelanjutan
Namun, tetap ada risiko. Jika harga saham naik setelah dijual dan tidak kunjung turun sampai akhir sesi perdagangan, investor bisa mengalami kerugian karena harus membeli saham tersebut di harga lebih tinggi dalam batas waktu yang sempit.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan IDSS sebagai bagian dari upaya menciptakan pasar yang lebih likuid dan efisien. Transaksi IDSS hanya bisa dilakukan pada saham yang masuk dalam Daftar Efek Short Selling (DESS) dan oleh investor yang telah memenuhi syarat tertentu sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
IDSS akan diluncurkan secara resmi pada kuartal kedua 2025, dan untuk tahap awal hanya bisa dilakukan oleh investor ritel domestik. Dengan pengawasan ketat dan edukasi yang berkelanjutan, BEI berharap IDSS dapat dimanfaatkan secara sehat oleh para pelaku pasar.
Selanjutnya, kita akan bahas perbedaan antara IDSS dengan short selling reguler dan bagaimana memilih strategi yang sesuai. (Aysha)




