
KLIKINFOKOTA.CO.ID – Pelanggan listrik prabayar perlu mengetahui sisa token listrik untuk memperkirakan kapan harus melakukan pengisian ulang. Informasi ini dapat dilihat melalui meteran listrik di rumah.
Token listrik menunjukkan alokasi energi dalam satuan kilowatt hour (kWh), bukan saldo uang dalam rupiah. Jumlah energi tersebut berkurang sesuai pemakaian listrik sehari-hari.
Berikut langkah-langkah mengecek sisa token listrik di meteran:
- Periksa layar meteran listrik. Cari angka yang menunjukkan sisa energi dalam satuan kWh.
- Tunggu perubahan tampilan layar. Sebagian meteran menampilkan informasi secara bergantian.
- Gunakan tombol sesuai petunjuk meteran. Jika sisa energi tidak terlihat, periksa buku petunjuk berdasarkan merek dan tipe meteran.
- Catat angka sisa energi. Angka ini dapat digunakan untuk memantau pemakaian dan memperkirakan waktu pengisian ulang.
Kode tombol dapat berbeda antarmeter. Informasi resmi mengenai meter prabayar berdasarkan merek dapat ditelusuri melalui situs PLN.
Apa arti angka kWh pada meteran listrik?
Angka kWh menunjukkan jumlah energi listrik yang tersedia atau digunakan, bukan saldo uang dalam rupiah.
Jika meteran menunjukkan sisa energi 20 kWh, artinya masih tersedia alokasi energi sekitar 20 kWh. Angka tersebut tidak menunjukkan berapa hari listrik akan bertahan karena lama pemakaian bergantung pada jumlah, daya, dan durasi penggunaan peralatan listrik.
Semakin besar konsumsi listrik, semakin cepat sisa kWh berkurang.
Mengapa sisa token listrik berkurang?
Sisa kWh berkurang karena energi listrik digunakan oleh berbagai peralatan di rumah, seperti lampu, televisi, kulkas, mesin cuci, pompa air, dan pendingin ruangan.
Kecepatan pengurangan energi dipengaruhi oleh jumlah perangkat yang digunakan dan lamanya perangkat menyala.
Cara memperkirakan token listrik bertahan
Perkiraan lama pemakaian dapat dihitung dengan rumus:
Perkiraan lama pemakaian = sisa kWh ÷ rata-rata pemakaian kWh per hari
Contohnya, jika sisa energi 30 kWh dan rata-rata pemakaian 5 kWh per hari:
30 kWh ÷ 5 kWh per hari = 6 hari.
Hasil tersebut hanya perkiraan. Pemakaian sebenarnya dapat berubah sesuai aktivitas rumah tangga. Untuk mendapatkan perkiraan yang lebih akurat, catat perubahan sisa kWh selama beberapa hari.
Kapan harus membeli token listrik lagi?
Waktu pengisian ulang bergantung pada pola pemakaian, jumlah penghuni, kebutuhan listrik, dan kemudahan membeli token.
Sebaiknya lakukan pengisian ulang sebelum sisa energi habis, terutama jika listrik dibutuhkan untuk bekerja, belajar, atau menyimpan bahan makanan di kulkas. Perhatikan juga indikator atau alarm pada meteran dan ikuti petunjuk perangkat jika muncul peringatan.
Jika sisa token tidak muncul
Periksa layar meteran dan petunjuk penggunaan sesuai merek serta tipe perangkat. Hindari menekan kode secara acak karena fungsi kode dapat berbeda antarmeter. Jangan membuka meteran atau segel sendiri.
Jika tampilan meteran tidak normal, tombol tidak merespons, atau sisa kWh tetap tidak terlihat, hubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
Informasi kanal pengaduan meteran prabayar juga tersedia di situs resmi PLN.
Kesimpulan
Sisa token listrik dapat dicek melalui layar meteran dalam satuan kWh. Jika angka tidak muncul, gunakan petunjuk sesuai merek dan tipe meteran.
Dengan mencatat sisa kWh dan memantau pemakaian harian, pelanggan dapat memperkirakan kebutuhan listrik serta mengisi ulang token sebelum energi habis.




