
JAKARTA, KLIKINFOKOTA.CO.ID – Kementerian Kesehatan memperkuat pengawasan kesehatan di pintu masuk internasional Indonesia setelah seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal akibat pneumonia yang penyebabnya masih dalam penelusuran.
Kemenkes menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari peningkatan kesiapsiagaan dan kewaspadaan sambil memantau perkembangan situasi serta penanganan kasus di Rusia.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan hingga 5 Oktober 2026 belum ada notifikasi melalui IHR National Focal Point maupun informasi dalam WHO Event Information Site (EIS) yang meminta kewaspadaan khusus terkait kejadian tersebut.
Meski demikian, pengawasan di sejumlah pintu masuk internasional diperkuat. Di bandara dan pelabuhan internasional di Bali, misalnya, pengawasan mencakup pemeriksaan deklarasi kesehatan melalui All Indonesia–SSHP, pengamatan tanda dan gejala pada pelaku perjalanan, penilaian berbasis risiko terhadap alat angkut, serta surveilans tikus dan pinjal pada tikus di pintu masuk negara.
Kemenkes juga menyebut deteksi awal dilakukan melalui analisis deklarasi kesehatan pelaku perjalanan dan pengamatan gejala, antara lain demam, batuk, sesak napas, serta gejala lainnya.
Apabila ditemukan pelaku perjalanan yang menunjukkan gejala dan mengarah pada penyakit pes, petugas kesehatan di bandara akan merujuk kasus tersebut ke rumah sakit rujukan penyakit infeksi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, laporan dari Rusia menyebut seorang perempuan berusia 28 tahun yang bekerja di Irkutsk Research Anti-Plague Institute of Siberia meninggal akibat pneumonia yang penyebabnya belum diketahui. Sekitar 200 orang yang melakukan kontak dengannya kemudian menjalani observasi medis.
Kematian tersebut memunculkan dugaan kemungkinan infeksi pes paru, terutama karena korban bekerja di lembaga penelitian antipes. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi bahwa pes menjadi penyebab kematiannya. Otoritas kesehatan Rusia menyatakan korban didiagnosis mengalami pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui dan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesionalnya.
Dengan demikian, peningkatan pengawasan di Indonesia merupakan langkah kewaspadaan dan surveilans, bukan indikasi bahwa telah terjadi wabah pes di Indonesia.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk mengikuti perkembangan situasi melalui saluran resmi pemerintah serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk membantu mencegah paparan penyakit menular. (Desi)




