
Pemaparan oleh narasumber dalam Go Public Workshop yang diselenggarakan oleh IDX Incubator pada 10 Oktober 2024
KLIKINFOKOTA.CO.ID – Usaha kecil dan menengah (UKM) memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi mencapai 99% dari total unit usaha dan lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk mendukung pertumbuhan UKM dan memperluas inklusi pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memperkenalkan berbagai regulasi dan program yang memungkinkan perusahaan dengan aset kecil dan menengah untuk mengakses pendanaan melalui pasar modal.
Papan Akselerasi: Langkah Strategis untuk UKM
Sejak 2017, BEI memperkenalkan Papan Akselerasi sebagai bagian dari upaya untuk memfasilitasi perusahaan dengan aset kecil dan menengah agar bisa go public. Perusahaan yang terdaftar di papan ini mendapatkan kemudahan dalam hal regulasi dan akses ke pasar modal, yang dapat mempercepat pertumbuhan mereka. Hingga akhir 2023, sudah ada 44 perusahaan tercatat di Papan Akselerasi.
Data menunjukkan bahwa perusahaan di Papan Akselerasi mencatatkan kinerja yang sangat baik, dengan pendapatan rata-rata meningkat 37% pada 2022. Selain itu, aset dan ekuitas perusahaan juga tumbuh signifikan, mencerminkan pengelolaan keuangan yang solid dan potensi pertumbuhan yang besar.
Tren Positif dan Peluang di Pasar Modal
Pada 2024, Papan Akselerasi mengalami kenaikan indeks sebesar 31,58%, melanjutkan tren positif yang dimulai pada tahun sebelumnya. Ini menandakan bahwa saham-saham di papan ini memiliki potensi besar bagi investor, meskipun terdapat tantangan terkait penurunan harga saham setelah IPO, terutama karena valuasi yang lebih tinggi pada saat penawaran perdana.
Namun, bagi investor yang mengadopsi pendekatan value investing, harga saham yang terkoreksi ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan keuntungan. Dengan rasio PER dan PBV yang kini lebih menarik, saham di Papan Akselerasi mungkin menawarkan potensi investasi yang lebih menguntungkan.
IDX Incubator: Menyiapkan UKM untuk IPO
Untuk mendukung lebih banyak perusahaan dalam proses IPO, BEI juga meluncurkan program IDX Incubator yang bertujuan untuk mempersiapkan UKM dengan potensi pertumbuhan tinggi. Program ini menawarkan pelatihan dan seminar yang mencakup berbagai topik terkait proses IPO, dengan dukungan dari berbagai pihak seperti OJK, penjamin emisi, dan konsultan hukum.
Saat ini, ada 98 perusahaan yang terdaftar dalam IDX Incubator, dan 7 di antaranya telah berhasil melakukan IPO. Program ini diharapkan dapat menjadi jalur utama bagi UKM yang ingin go public dan mengakses lebih banyak pendanaan untuk akselerasi pertumbuhan mereka.
Dengan adanya Papan Akselerasi dan program IDX Incubator, BEI berharap semakin banyak perusahaan UKM yang dapat memanfaatkan pasar modal untuk memperluas bisnis mereka dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian Indonesia. Ini adalah langkah strategis untuk membuka peluang pertumbuhan yang lebih besar, baik bagi perusahaan maupun investor yang ingin mendukung perkembangan ekonomi Indonesia.
Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana perusahaan UKM dapat memanfaatkan pasar modal, atau ingin mengikuti program IDX Incubator, kunjungi IDX Incubator untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran.
Catatan: Artikel ini memberikan gambaran singkat mengenai program dan regulasi terbaru yang dapat mendukung UKM di Indonesia. Dengan menambah analisis atau wawasan terkait, artikel ini diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi pembaca yang tertarik pada topik pasar modal dan investasi di Indonesia.
(Penulis: Aysha/Desi)




