
Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan RI periode terpanjang dalam sejarah modern, meninggalkan warisan kredibilitas fiskal dan reputasi internasional bagi Indonesia. (Foto: Kementerian Keuangan RI)
KLIKINFOKOTA.CO.ID – Peristiwa pergantian Menteri Keuangan pada 8 September 2025 menandai akhir perjalanan panjang Sri Mulyani Indrawati di panggung utama kebijakan ekonomi nasional. Hampir 14 tahun dalam dua dekade terakhir ia duduk di kursi strategis itu, menjadikannya salah satu menteri dengan pengaruh terbesar terhadap arah fiskal Indonesia.
Bagi banyak pihak, Sri Mulyani bukan sekadar pejabat publik. Ia adalah wajah kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia internasional, yang berperan penting menjaga kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi di tengah berbagai tantangan.
Menjaga Kredibilitas dan Reputasi Internasional
Salah satu pencapaian paling nyata dari Sri Mulyani adalah keberhasilan membawa Indonesia meraih peringkat kredit investment grade dari lembaga pemeringkat global. Status ini bukan hanya simbol, melainkan pintu masuk bagi arus investasi asing yang lebih besar dengan biaya pendanaan lebih murah.
Di forum internasional, kiprahnya juga diakui. Pengalaman sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia (2010–2016) semakin menguatkan reputasi Indonesia dalam percaturan ekonomi global.
Reformasi Pajak dan APBN
Di dalam negeri, Sri Mulyani dikenal konsisten mendorong reformasi fiskal. Dari penguatan sistem pajak, digitalisasi administrasi, hingga kebijakan untuk memperluas basis penerimaan negara. Langkah-langkah ini membantu memperkuat APBN sebagai instrumen pembangunan.
Ia juga mengawal belanja negara agar tetap disiplin, sekaligus mendorong program perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.
Navigasi Krisis dan Pandemi
Saat pandemi COVID-19 melanda, peran Sri Mulyani kembali krusial. Di bawah kepemimpinannya, APBN difungsikan sebagai shock absorber. Dana besar dialokasikan untuk penanganan kesehatan, bantuan sosial, dan stimulus ekonomi agar Indonesia tidak jatuh lebih dalam ke jurang resesi.
Meski defisit meningkat, kebijakan tersebut terbukti menjaga daya tahan ekonomi dan mempercepat pemulihan.
Warisan dan Pelajaran
Warisan terbesar Sri Mulyani bukan hanya dalam bentuk angka-angka makro atau status kredit, melainkan budaya disiplin fiskal dan transparansi anggaran. Nilai ini akan terus menjadi standar bagi generasi berikutnya dalam mengelola keuangan negara.
Perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan memang akan membawa dinamika baru. Namun, fondasi yang telah dibangun Sri Mulyani tetap menjadi pijakan penting bagi siapa pun yang melanjutkan estafet.
Penutup
Perjalanan Sri Mulyani menunjukkan bahwa konsistensi, integritas, dan visi jangka panjang adalah kunci dalam mengelola ekonomi negara. Meski tidak lagi menjabat, jejaknya akan selalu menjadi referensi dalam memahami bagaimana fiskal dapat menjadi alat menjaga stabilitas sekaligus mendorong pembangunan.
(Desi)




