
Direktur Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Toni Susandy, pada forum Green Energy Partnership 2026
JAKARTA, KLIKINFOKOTA.CO.ID – PT PLN (Persero) memperkuat layanan listrik hijau melalui Renewable Energy Certificate (REC) dan Green Energy as a Service (GEAS) untuk mendukung kebutuhan dekarbonisasi sektor industri. Upaya tersebut dibahas dalam Green Energy Partnership Forum 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (7/10).
Forum tersebut melibatkan Climate Group (RE100), World Resources Institute (WRI) Indonesia, dan Rumah PATEN. Sebanyak 59 korporasi yang memiliki perhatian terhadap pemanfaatan energi bersih turut menghadiri kegiatan tersebut.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy, mengatakan keterlibatan mitra strategis dan pakar lingkungan diperlukan untuk memperkuat kredibilitas klaim penggunaan energi terbarukan oleh pelanggan industri.
Menurut Rozy, PLN berupaya memastikan aspek administrasi, kepastian sumber energi, dan keterlacakan penggunaan energi hijau dapat dipertanggungjawabkan sesuai standar audit internasional.
Ia juga menyampaikan bahwa PLN bertransformasi melalui pengembangan platform digital untuk mempertemukan kebutuhan dan penyediaan energi hijau. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung ekosistem energi bersih sekaligus menarik lebih banyak investor ke Indonesia.
Sementara itu, Direktur Energi Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Toni Susandy, menyebut potensi energi baru terbarukan (EBT) Indonesia mencapai lebih dari 3.600 gigawatt (GW). Ia juga menyampaikan bahwa porsi EBT dalam rencana penambahan kapasitas pembangkit pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 mencapai 61 persen.
Toni mengatakan transisi energi tidak hanya berkaitan dengan agenda lingkungan, tetapi juga ketahanan dan kemandirian energi nasional. Menurutnya, peningkatan permintaan energi terbarukan dari sektor industri dapat memberikan sinyal positif bagi pengembang dan investor untuk mengembangkan energi bersih.
Executive Chairperson Indonesia Energy Transition Implementation Joint Office (IETJO/Rumah PATEN), Edo Mahendra, mengapresiasi pendekatan PLN yang turut memperhatikan kebutuhan industri dalam mengembangkan layanan energi hijau.
Edo menilai kepastian, kejelasan, dan stabilitas permintaan dapat mendorong aliran pendanaan ke sektor energi bersih.
PLN menyatakan akan terus memperkuat keterlacakan layanan REC dan GEAS guna mendukung kebutuhan industri dalam menghadapi tuntutan dekarbonisasi global. (Desi)




