
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan sambutan dalam pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026). CMSE 2026 berlangsung pada 5–7 November dengan mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”. (Tangkapan layar YouTube BEI)
JAKARTA, KLIKINFOKOTA.CO.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5–7 November di Main Hall BEI, Jakarta.
Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, kegiatan ini menghadirkan berbagai agenda edukasi dan pameran untuk membantu masyarakat mengenal pasar modal serta memahami investasi, perencanaan keuangan, dan risiko.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pertumbuhan jumlah investor perlu diiringi peningkatan pemahaman mengenai instrumen investasi, tujuan keuangan, dan risiko yang menyertainya.
Dalam sambutannya pada pembukaan CMSE 2026, Kamis (5/11), Jeffrey mengibaratkan investasi seperti lari maraton yang membutuhkan persiapan, ritme, dan konsistensi.
“Seperti marathon, investasi bukan sekadar tentang seberapa cepat kita memulai atau seberapa jauh kita ingin melangkah, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan diri, menjaga ritme, dan tetap konsisten untuk mencapai tujuan,” kata Jeffrey.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan tujuan keuangan yang berbeda. Karena itu, pilihan instrumen investasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
CMSE 2026 menghadirkan seminar, talk show, serta pameran produk dan layanan pasar modal. Pada hari pertama, agenda meliputi Opening Ceremony, Galeri Investasi BEI Award 2026, dan seminar utama “Indonesia’s Economic & Investment Outlook”.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Jumat (6/11) dengan peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), serta sesi edukasi tentang perencanaan keuangan, instrumen investasi, dan pasar modal syariah.
Pada Sabtu (7/11), pengunjung dijadwalkan mengikuti edukasi Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, pembahasan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia keuangan, serta sesi inspiratif bersama figur publik dan atlet.
Selain kegiatan edukasi, CMSE 2026 menghadirkan 88 booth dengan lebih dari 100 tenant. Peserta pameran terdiri atas OJK, SRO dan anak usahanya, anggota bursa, manajer investasi, agen penjual efek reksa dana, perusahaan tercatat, serta berbagai lembaga dan mitra pasar modal lainnya.
BEI mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 32.723.392 Single Investor Identification (SID) per 15 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.301.974 SID merupakan investor saham.
Pertumbuhan jumlah investor tersebut menjadi salah satu alasan perluasan edukasi pasar modal, agar masyarakat tidak hanya mengenal investasi, tetapi juga memahami karakteristik produk dan potensi risikonya. Upaya literasi juga dilakukan melalui rangkaian Road to CMSE 2026 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui CMSE 2026, BEI mendorong masyarakat untuk memulai perjalanan investasi dengan pengetahuan yang memadai, perencanaan matang, dan konsistensi sesuai tujuan keuangan masing-masing.
Informasi mengenai CMSE 2026 dapat diakses melalui kanal resmi BEI. (Desi)




