
KLIKINFOKOTA.CO.ID – Kawasan Sayidan, Yogyakarta, jadi lebih semarak pada Minggu pagi berkat gelaran Bark In The Park II. Setelah lebih dari satu dekade sejak edisi pertamanya di tahun 2012, acara ini kembali hadir dengan konsep yang segar dan lebih inklusif. Mengusung semangat kolaborasi lintas komunitas, kegiatan ini tak hanya fokus pada edukasi, tetapi juga menyuguhkan pengalaman yang menyenangkan bagi pecinta hewan dan penggemar K-pop.
Diselenggarakan oleh Animal Friends Jogja (AFJ) bersama Koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dan komunitas K-pop, acara ini terbuka untuk masyarakat umum. Lokasinya pun dipilih tak biasa: Kafe Milli by Sayidan, tempat dengan nilai historis yang kental.
Ada dua acara utama dalam Bark In The Park II, yaitu Dog Walking Tour Sayidan dan Noraebang: K-pop Section of Hope. Di sesi Dog Walking, peserta diajak menyusuri kawasan Sayidan bersama anjing peliharaan, sambil mengenal sejarah dan cerita lokal. Sementara itu, sesi Noraebang menghadirkan karaoke bersama fans K-pop dengan tujuan penggalangan donasi bagi hewan-hewan terlantar.
“Bark In The Park kami hadirkan sebagai wadah edukasi alternatif yang lebih dekat dan inklusif, terutama untuk generasi muda,” ujar Thania Putri, Manajer Adopsi AFJ.
AFJ juga bekerja sama dengan Juseyo, komunitas penyelenggara acara bertema Korea. Kolaborasi ini melahirkan pengalaman acara yang unik, menggabungkan empati, budaya populer, dan aksi nyata.
“Sejak awal kami memang berencana mengadakan event charity, dan kolaborasi dengan AFJ ini terasa pas untuk menyuarakan kampanye yang punya nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” ujar Andining Putri Candraningtyas, Head of Human Resources and Public Relations Juseyo.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari respons terhadap situasi yang masih memprihatinkan. DIY masih menjadi provinsi dengan konsumsi daging anjing tertinggi ketiga di Pulau Jawa. Meski Gubernur DIY telah menerbitkan Surat Edaran No. 510/13896 Tahun 2023, banyak pihak menilai implementasinya belum optimal.
“Akhir April lalu kami terlibat dalam public hearing bersama DPRD DIY untuk membahas Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) terkait Raperda Inisiatif tentang Penyelenggaraan Keamanan dan Mutu Pangan Asal Hewan. Ini momentum penting agar praktik kejam ini dihentikan demi kesehatan masyarakat, kesejahteraan hewan, dan wajah Yogyakarta sebagai daerah berbudaya,” tegas Elsa Lailatul Marfu’ah, Koordinator Edukasi DMFI.
Dengan pendekatan berbasis komunitas, Bark In The Park II menunjukkan bahwa kampanye sosial tak harus kaku dan berat. Dukungan bisa tumbuh dari suara-suara kecil yang menyatu dalam aksi nyata—dari jalan pagi, lagu-lagu K-pop, hingga cinta pada sesama makhluk hidup.
Tags:
Slug URL:
Meta Description:
Caption Foto Utama:
Suasana
Kalau ingin dibuat juga versi pendek untuk teaser media sosial, atau infografis ringkasnya, tinggal bilang ya!




