
BATAM, KLIKINFOKOTA.CO.ID – Pemasangan sembilan baliho raksasa bergambar Bupati Natuna, Cen Sui Lan, di sejumlah titik strategis di Kota Batam, sempat memicu perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Tak sedikit yang mengira langkah ini merupakan pemborosan anggaran daerah (APBD). Namun faktanya, seluruh biaya pemasangan baliho tersebut berasal dari dana pribadi, tanpa menyentuh sepeser pun anggaran Pemerintah Kabupaten Natuna.
Baliho-baliho itu berisi ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1446 H dan dipasang sebagai bentuk penghormatan serta apresiasi kepada masyarakat Batam yang merayakan lebaran. Tak hanya simbolis, langkah ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan emosional antara pemerintah daerah Natuna dan warga perantauan asal Natuna yang bermukim di Batam.
Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa pemasangan baliho tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif pribadi. “Tidak ada dana daerah yang digunakan, ini bentuk pribadi saya menyapa dan menghormati masyarakat di Batam,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Raja Mustakim, suami dari Cen Sui Lan. Ia mengungkapkan bahwa pemasangan baliho di sembilan titik utama di jantung kota Batam sepenuhnya menggunakan dana pribadi. “Ini murni inisiatif kami, tanpa satu rupiah pun dari APBD. Dana pribadi saya yang dipakai,” tegasnya.
Di tengah kesibukan kota Batam, baliho tersebut berdiri tegak—bukan sekadar hiasan hari raya, melainkan simbol kehadiran dan kepedulian seorang pemimpin. “Setiap kali lewat sini, saya tersenyum,” ucap Anton, salah satu warga. “Baliho ini jadi pengingat bahwa kebaikan itu masih nyata.”
Bagi sebagian warga, kehadiran baliho itu lebih dari sekadar ucapan selamat. Ibu Siti (60), warga Batam, mengenang momen saat Cen Sui Lan datang berkunjung ke rumahnya yang sederhana. “Tanggal 24 Desember 2023, beliau datang tanpa pengawalan mewah. Duduk di lantai rumah saya yang lapuk, mendengarkan cerita hidup saya, bahkan mencatat kebutuhan kami,” katanya. Yang lebih mengharukan, tim Cen Sui Lan bahkan melibatkan pemuda setempat dalam proyek renovasi rumah, memberi mereka pekerjaan dan penghasilan.
Tanggapan masyarakat pun sebagian besar positif. “Biasanya baliho dipasang politisi yang sedang cari suara. Tapi ini lain. Ibu Cen sudah tak menjabat di DPR RI, sekarang jadi Bupati Natuna, tapi masih menyapa warga Batam dengan tulus,” ujar seorang warga lainnya.
Baliho bisa saja hanya selembar spanduk besar. Tapi jika dipasang dengan niat tulus, ia bisa menjadi jembatan antara pemimpin dan rakyat, bahkan ketika jarak geografis memisahkan keduanya. (Iwan/Red)




