
TANJUNGPINANG, KLIKINFOKOTA.CO.ID – Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah mengukuhkan jajaran Direksi dan Komisaris Utama PT BPR Bestari (Perseroda) pada hari Kamis, 10 September 2026, di Kantor Wali Kota Tanjungpinang.
Adapun wajah baru pucuk pimpinan BPR Bestari, yakni, Michael, SE sebagai Direktur Utama, Momon Faulanda Adinata, SE, SH, MM sebagai Direktur Kepatuhan dan Komisaris Utama Drs. Riono, M.Si.

Pengalaman panjang di industri perbankan menjadi modal Momon Faulanda Adinata, S.E., S.H., M.M. dalam memasuki babak baru kariernya sebagai Direktur Kepatuhan PT BPR Bestari (Perseroda).
Momon dipercaya masuk dalam jajaran pimpinan baru BPR Bestari periode 2026–2031 setelah melewati rangkaian proses seleksi, termasuk fit and proper test oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Bukan nama baru di dunia keuangan, Momon tercatat memiliki pengalaman sekitar 17 tahun di industri perbankan, termasuk sebagai pegawai Bank BRI.

Pengalamannya mencakup bidang pemasaran hingga manajemen, yang menjadi bekal penting dalam memahami dinamika dan tata kelola industri perbankan.
Menariknya, perjalanan karier Momon tidak hanya berlangsung di sektor perbankan. Ia pernah dipercaya sebagai anggota DPRD Kota Tanjungpinang periode 2019–2024 dari Dapil Tanjungpinang Timur dan menjabat Sekretaris Komisi II yang membidangi sektor ekonomi dan keuangan daerah.
Latar belakang tersebut semakin lengkap dengan tiga gelar akademik yang disandangnya, yakni S.E., S.H., dan M.M. Kombinasi ekonomi, hukum dan manajemen menjadi fondasi yang relevan dengan tanggung jawabnya sebagai Direktur Kepatuhan.
Kini, Momon berada di tengah agenda pembenahan BPR Bestari. Bersamaan dengan hadirnya kepengurusan baru, bank milik Pemerintah Kota Tanjungpinang tersebut juga memperkenalkan identitas logo baru.
Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan perubahan manajemen dan identitas perusahaan harus diikuti perubahan nyata dalam tata kelola, pelayanan, integritas serta kinerja BPR Bestari.
“Logo boleh berubah, tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kinerja, pelayanan, integritas, dan kepercayaan masyarakat terhadap BPR Bestari juga berubah menjadi lebih baik,” ujar Lis.
Dengan pengalaman 17 tahun di perbankan, pengalaman pemerintahan, serta latar belakang hukum dan manajemen, Momon kini menghadapi tanggung jawab baru: memastikan kepatuhan dan tata kelola BPR Bestari berjalan seiring dengan upaya membangun bank yang sehat, profesional dan dipercaya masyarakat. (Moi)




