
NATUNA, KLIKINFOKOTA.CO.ID – Sejak Tahun 1970-an, cengkeh menjadi komoditi andalan di Natuna. Tanaman cengkeh sangat cocok tumbuh subur tersebar di Kepulauan Natuna. Di tahun 1975-1980, Serasan sangat terkenal dengan komoditi rempah-rempah ini, boleh dikatakan masa kejayaan ekonomi petani cengkeh di Serasan ada pada masa itu.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman, imbas dari kebijakan Pemerintahan Indonesia dari masa ke masa, harga komoditi cengkeh di pasaran semakin tidak menentu, khususnya di Natuna. Akibat harga yang cenderung turun setiap tahunnya, tak ayal lagi petani cengkeh banyak yang meninggalkan kebun dan beralih profesi turun ke laut menangkap ikan, merubah KTP menjadi pekerjaan Nelayan.
Akibatnya banyak kebun cengkeh terbengkalai tidak terawat, selain tanaman cengkeh semakin tua dan rusak ditambah lagi banyak penyakit karena tidak terurus.
“Midai pada umumnya terjadi kerusakan tanaman cengkeh dengan tingkat kerusakan yang sangat parah, tidak bisa dipangkas sebagian, harus dikupas habis dan ditanami kembali,” demikian kata Kadis Pertanian Natuna, Marwan Syah Saputra, S, Pt sa’at ditemui klikinfokota.co.id di ruang kerjanya di Kantor Dinas Pertanian Komplek Perkantoran Pemda Bukit Arai Ranai Natuna pada Senin (19/4/21).
Lebih lanjut, ia menyampaikan, “Tahun ini kita ada pengadaan bibit cengkeh, tetapi tergantung kondisi anggaran, seperti tahun lalu banyak kegiatan-kegiatan kita yg dipangkas, tetapi untuk tahun 2021 ini, Insyaallah-lah program peremajaan cengkeh ini bisa kita laksanakan. Memang tidak banyak, semoga ini nanti bisa berjalan dengan lancar.”
Sementara itu, di tempat terpisah Pj Sekda Natuna Hendra Kusuma menegaskan, untuk kepentingan masyarakat pemerintah siap mendukung setiap program dari semua dinas, termasuk Dinas Pertanian.
“Program dari semua dinas terkait pasti kita mendukung, karena pada prinsipnya setiap program dari dinas-dinas itu, untuk kesejahteraan masyarakat, melaksanakan visi-misi Bupati,” tegas Hendra Kusuma. (fin)






