
KLIKINFOKOTA.CO.ID – Sejumlah mantan pemain sirkus dari Oriental Circus Indonesia (OCI) mengungkapkan dugaan eksploitasi yang mereka alami saat tampil di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, pada era 1990-an. Kesaksian mereka mengemuka kembali setelah sebuah video wawancara diunggah oleh kanal YouTube Forum Keadilan TV, yang kemudian ramai diperbincangkan di berbagai media sosial.
Dalam video tersebut, para korban menyebutkan bahwa mereka mengalami kekerasan fisik, dipaksa bekerja dalam kondisi tidak manusiawi, dan bahkan tidak mendapatkan akses pendidikan. Salah satu korban mengaku pernah dirantai seperti hewan dan dipaksa tetap tampil meski sedang hamil.
“Kami sudah melaporkan hal ini ke Komnas HAM sejak tahun 1997, tapi tidak ada tanggapan yang berarti,” ujar salah satu mantan pemain sirkus.
Komnas HAM memang sempat mengeluarkan rekomendasi pada tahun tersebut, menyatakan adanya pelanggaran terhadap hak-hak anak. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut hukum yang memadai.
Menanggapi hal ini, pendiri TSI Tony Sumampau membantah tuduhan tersebut. Ia mengatakan bahwa Taman Safari Indonesia tidak pernah melakukan kekerasan terhadap pemain sirkus dan pihaknya akan mengusut kebenaran kabar yang beredar.
Sementara itu, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut dan memastikan adanya perlindungan terhadap hak asasi manusia, khususnya bagi korban kekerasan di masa lalu.
Kasus ini mendapat sorotan luas dari masyarakat yang mendesak agar keadilan ditegakkan dan para korban mendapatkan pemulihan. Banyak pihak juga mendorong agar Taman Safari Indonesia memberikan klarifikasi terbuka. (Desi)




