
NATUNA, KLIKINFOKOTA.CO.ID – Komoditi Kelapa di Natuna ini sebenarnya sudah sejak lama menjadi sumber pendapatan petani, namun selama ini masih belum maksimal. Batang kelapanya sudah tinggi dan tua, buahnya sedikit, jenis kelapa kampung. Oleh sebab itu perlu dilakukan penanam bibit kelapa hibrida.
Penanaman kelapa hibrida ini adalah program Plt Gubernur Kepri, yang meminta Kepulauan Riau dan pulau perbatasan ini untuk ditanami dengan kelapa hibrida dan bisa memproduksi sendiri agar tidak lagi bergantung dengan produksi dari luar.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Natuna Marwan Syah Saputra, S,Pt kepada Klikinfokota.co.id diruang kerjanya Kantor Dinas Pertanian Bukit Arai Ranai Natuna pada Senin (19/4/21).
Kadis Pertanian mengatakan, “Dinas Pertanian akan meningkatkan mutu tanaman kelapa di Natuna, dengan pengadaan bibit kelapa Hibrida sebanyak 1026 batang, tetapi ini khusus Pulau Bunguran besar saja, untuk di luar Bunguran belum. Karena akan nambah biaya transportasi yang besar lagi.”
Lebih lanjut, ia mengatakan, “Masyarakat petani kelapa sudah banyak membuat permohonan ke Dinas untuk bantuan bibit kelapa hibrida tersebut.”

Menurut Marwan, jika banyak masyarakat yang berminat, dan penanaman kelapa hibrida ini berhasil, maka Dinas Pertanian Kabupaten akan mengusulkan untuk menambah kuota di anggaran APBD-P atau akan diusulkan pada Tahun Anggaran berikutnya. Karena ini baru pertama kali untuk mencoba pengadaan bibit kelapa Hibrida di Natuna.
Selain itu menurut Kadis Pertanian Natuna, dengan pengadaan kelapa hibrida ini Dinas Pertanian akan mengatur tentang cara penanaman yang baik dan benar sesuai dengan aturan nasional. Ke depan masyarakat tidak lagi tanam kelapa asal-asalan harus sesuai aturan, kelapa hibrida ini dirawat dan dipelihara agar hasilnya juga dapat maksimal dan Dinas Pertanian akan membuat satu hamparan perkebunan kelapa hibrida.

Di tempat terpisah Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Natuna, Indra Kusuma kepada media ini menyampaikan, beberapa permasalahan dalam pengembangan kelapa di Kabupaten Natuna yaitu rendahnya produktivitas tanaman karena banyaknya tanaman yg sudah tua, serangan hama, belum menggunakan benih unggul, serta kurangnya pemeliharaan dan kesungguhan petani.
Selain itu mutu produk pada umumnya rendah, masih berbentuk primer dan pengolahanya secara tradisional, rantai pemasaran yang belum efisien, informasi pasar belum berkembang, sentra produksi masih rendah, koperasi dan asosiasi petani belum optimal yang mengakibatkan posisi tawar lemah, serta kemitraan antara petani dengan perusahaan yang bergerak di bidang komoditas ini belum ada.
Selain itu Hendra Kusuma juga mengatakan, fasilitasi dan pembinaan harus diberikan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah di Kabupaten Natuna. Kegiatan tersebut juga perlu dibarengi dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia melalui pelatihan, pengembangan kelembagaan dan kemitraan, peningkatan investasi usaha dan pengembangan sistem informasi pasar yang terbuka efisien dan lancar. (fin)




