
JAKARTA, KLIKINFOKOTA.CO.ID – Penerbangan maskapai Iran menuju Najaf, Irak, kembali beroperasi setelah Amerika Serikat memberikan pengecualian atau waiver terhadap sanksi yang sebelumnya menghambat penerbangan tersebut.
Pemerintah Irak pada Jumat (2/10/2026) menyatakan telah memperoleh persetujuan dari AS untuk mengizinkan maskapai Iran, dengan pengecualian Mahan Air, melayani penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Najaf.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, hingga 40 penerbangan per hari dapat dioperasikan oleh maskapai Iran ke dan dari Najaf.
Penerbangan tersebut kemudian mulai kembali berjalan pada Minggu (4/10). Najaf merupakan salah satu tujuan penting bagi umat Muslim Syiah karena kota tersebut menjadi lokasi sejumlah situs keagamaan yang penting.
Sebelumnya penerbangan Iran sempat dihentikan
Penerbangan antara Iran dan Najaf sebelumnya mengalami penghentian setelah Irak menerapkan sanksi AS terhadap sektor penerbangan Iran.
Penghentian tersebut berdampak pada perjalanan warga Iran yang menuju Irak, termasuk mereka yang melakukan perjalanan untuk keperluan ziarah keagamaan maupun kebutuhan lainnya.
Pemerintah Irak kemudian meminta pengecualian kepada Washington agar penerbangan sipil antara kedua negara dapat kembali berjalan.
Kantor Perdana Menteri Irak menyambut positif respons pemerintah AS tersebut. Pengecualian itu disebut akan membantu kelancaran perjalanan, terutama bagi jemaah, pasien yang membutuhkan pengobatan, serta wisatawan.
Mahan Air tetap tidak mendapat izin
Meski sebagian maskapai Iran memperoleh kelonggaran, Mahan Air tetap dikecualikan dari izin penerbangan tersebut.
Maskapai itu telah lama masuk dalam daftar sanksi AS. Washington menuduh Mahan Air memberikan dukungan kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk dalam pengangkutan personel dan peralatan.
Sebelumnya, AS juga memberikan pengecualian bagi Iraqi Airways untuk mempertahankan penerbangan tertentu ke Iran. Pengecualian tersebut menjadi bagian dari upaya Irak menjaga jalur penerbangan untuk kebutuhan penting, termasuk perjalanan medis, pendidikan, dan ziarah.
Sanksi AS berdampak pada penerbangan Iran
Kebijakan terhadap penerbangan menuju Najaf berlangsung di tengah perluasan sanksi AS terhadap sektor penerbangan Iran.
Penerapan sanksi tersebut tidak sepenuhnya seragam di berbagai negara. Sejumlah negara tetap menjalankan penerbangan dengan Iran, sementara negara lainnya menghentikan atau membatasi layanan penerbangan terkait Iran.
Dengan adanya pengecualian baru ini, jalur udara Iran-Najaf kembali terbuka untuk maskapai Iran yang memenuhi ketentuan. Namun, Mahan Air tetap tidak termasuk dalam izin tersebut. (Desi)



