
KLIKINFOKOTA.CO.ID – Hari Galungan dan Kuningan merupakan dua hari besar yang sangat penting bagi umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali. Tahun ini, Galungan jatuh pada tanggal 17 April 2025 dan akan diikuti oleh Hari Kuningan pada 26 April 2025. Keduanya menjadi momentum spiritual yang mendalam karena melambangkan kemenangan dharma (kebenaran) melawan adharma (kejahatan).
Menurut ajaran Hindu, Hari Galungan dipercaya sebagai hari saat roh leluhur turun ke dunia untuk diberi penghormatan oleh keturunannya. Sementara itu, Hari Kuningan menjadi momen berpamitan bagi roh-roh tersebut untuk kembali ke alamnya. Selama rentang sepuluh hari itu, umat Hindu melakukan berbagai ritual keagamaan sebagai bentuk bhakti dan rasa syukur atas anugerah kehidupan.
Penjor—hiasan janur kelapa yang berdiri melengkung di depan rumah-rumah umat Hindu—menjadi simbol yang paling mencolok selama perayaan Galungan. Penjor melambangkan gunung, tempat bersemayamnya para dewa dan leluhur, serta simbol kemakmuran dan kesejahteraan.
Di tengah semangat religius, Galungan dan Kuningan juga menguatkan nilai kekeluargaan dan gotong royong. Masyarakat saling membantu menyiapkan sesajen, membersihkan pura, hingga berbagi makanan khas seperti lawar dan satay lilit. Suasana damai dan sakral terasa menyelimuti lingkungan, tak hanya di Bali tetapi juga di daerah lain yang memiliki komunitas Hindu.
Pentingnya perayaan ini bukan hanya soal ritual keagamaan, melainkan juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara baik dan buruk dalam kehidupan sehari-hari. Hari Galungan dan Kuningan mengajarkan bahwa dharma harus senantiasa ditegakkan meski dalam tantangan kehidupan modern.
Selain itu, di beberapa daerah seperti Tanjungpinang, Batam, dan daerah lain di Kepulauan Riau, komunitas Hindu turut menggelar upacara Galungan dan Kuningan dengan meriah dan penuh toleransi. Perayaan ini menjadi simbol nyata bahwa keberagaman di Indonesia bisa menjadi kekuatan, bukan perpecahan.




