
KLIKINFOKOTA.CO.ID – Hari Galungan dan Kuningan bukan hanya soal ritual keagamaan, tapi juga ekspresi budaya yang kaya makna. Di berbagai daerah, perayaan ini dilakukan dengan cara yang unik dan penuh simbol. Tak hanya di Bali, daerah-daerah lain yang memiliki komunitas Hindu, seperti Tanjungpinang, Jakarta, dan Surabaya, turut memeriahkan hari suci ini dengan nuansa lokal yang khas.
Di Bali, penjor menjadi ikon utama setiap Galungan. Batang bambu tinggi yang dihiasi janur, buah, dan simbol persembahan ini dipasang di depan rumah sebagai lambang gunung dan kemakmuran. Hampir setiap gang dan jalan raya di Bali dipenuhi deretan penjor yang menjulang, menciptakan suasana spiritual yang kuat.
Selain itu, ada tradisi ngelawang, pertunjukan keliling oleh anak-anak dengan topeng barong yang dipercaya bisa mengusir roh jahat. Ngelawang biasanya dilakukan dari rumah ke rumah, dan warga memberikan persembahan sebagai bentuk syukur.
Sementara itu di Batam, meskipun komunitas Hindu lebih kecil, suasana Galungan tetap terasa di Pura Agung Amerta Bhuana. Umat Hindu di sana tetap menjalankan sembahyang bersama, membuat banten (sesajen), dan memasang penjor meskipun dalam skala yang lebih sederhana. Keberadaan umat lintas agama yang saling menghormati menjadi nilai tambah tersendiri dalam perayaan ini.
Di beberapa tempat di luar Bali, seperti Jakarta dan Surabaya, perayaan dilakukan di pura-pura besar seperti Pura Aditya Jaya dan Pura Segara. Di sana, umat Hindu dari berbagai latar belakang berkumpul, membawa sesajen, mengenakan pakaian adat Bali, dan mengikuti rangkaian sembahyang bersama. Nuansa budaya dan persaudaraan terasa kental.
Galungan dan Kuningan juga menghadirkan aneka sajian khas, seperti lawar, urutan, dan satay lilit. Tradisi berbagi makanan ke sesama, tetangga, dan kerabat makin memperkuat rasa kebersamaan di tengah perayaan yang sakral.
Kekayaan tradisi ini menunjukkan bahwa Hari Galungan dan Kuningan bukan hanya sekadar perayaan agama, tetapi juga warisan budaya yang menyatukan masyarakat, baik di Bali maupun di luar Bali.




